Kesadaran Kesemestaan – Bekerja Itu Mencerdaskan Hati

Motivasiana.com – Tuhan sangat kosong dari ego. Setiap saat Dia bekerja melayani hingga seringkali sifat Kemaharajaan-Nya Dia tanggalkan. Tuhan sampai menyatakan, “Berdoalah pada-Ku, niscaya Aku ijabahi,” sampai Dia berkata, “Rahmat-Ku mendahului murka-Ku,” sampai Dia berfirman, “Setiap saat Aku dalam kesibukan,” dan ungkapan-ungkapan lain dalam kitab suci yang menandakan Dia pelayan tulus Anda.

Saya tidak membayangkan seperti apa pribadi Tuhan sebagai diri yang kosong dari ego. Saya sendiri seringkali tersinggung ketika melayani pembeli toko sementara badan saya sudah lelah. Bayangkan dikasih rizki malah saya tersinggung, itu karena ego saya saat itu ingin istirahat bukan ingin duwit. Seringkali sesantun-santunnya saya kepada anak, kalau sudah larut malam anak belum juga bubu, ia saya bentak, karena badan sudah ingin istirahat sementara anak sebaliknya. Seringkali saya tidak menjawab konsultasi di inbox kalau dalam sehari puluhan orang ngirim message inbox. Pikiran dan waktu saya terforsir untuk memikirkan solusi dari masalah orang, sementara kerjaan di dunia real saya jadi terbengkelai, status fb juga saya tidak bisa mem-posting karena melayani curhatan inbox fb. Mungkin bagi Anda yang merasa inbox-nya tidak terbalas, saya minta maaf, karena puluhan masalah orang numpuk di inbox saya. Pikiran dan waktu saya tidak menjangkau untuk menjawab.

Itu semua gambaran betapa melepas ego itu sangatlah berat. Sementara Tuhan tiada lelah melayani Anda, setiap waktu Dia sibuk bekerja untuk Anda. Entah kasih apa yang mengalir dalam hati Tuhan, hingga Dia menciptakan semesta hanya untuk melayani manusia. Kambing siap disate untuk Anda, langit menyediakan hujan untuk Anda, bumi memodruksi air, besi, tanah, tumbuhan, dsb., semua untuk Anda. Tidak kemudian dibalik Anda dicipta untuk melayani kambing, karena tidak ada riwayat Anda disate untuk kambing. Tuhan tiada henti melayani, Dia zat yang lepas ego, lepas kepentingan, lepas lelah, lepas mengeluh, lepas putus asa, lepas lemah diri.

Sekasih itu diri Tuhan sehingga Dia mampu bekerja keras tanpa kendur untuk melayani semesta. Artinya Tuhan menjadi pekerja keras lantaran Tuhan punya hati mulia, punya kesantunan lembut tak terjangkau, dan bisa dibalik Tuhan berhati mulia lantaran Dia pekerja dan pelayan tiada jangkau.

Karena ini setiap keringat lelah Anda, setiap kekasaran kulit Anda, setiap sakitnya tulang punggung Anda untuk bekerja itu semua “jalan melepas ego Anda”, artinya bekerja itu mecerdaskan hati Anda. Karena Tuhan sangat santun, beremosi cerdas, karena memang Tuhan dihabiskan waktu-Nya untuk kerja, setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Bekerja itu dapat melepas ego karena memang dalam kerja yang disandang adalah rasa lelah, hingga banyak pria menjadi galak, mudah membentak, mudah tersinggung ketika ia dalam keadaan lelah kerja. Tapi itu manusiawi, karena para pria bukan malaikat. Namun di balik bentakkan ketika pria lelah, di hatinya terkuak aliran hikmah mengasihi yang tiada terukur.
Hakikat kerja adalah melepas ego, maka ini seorang yang bekerja senantiasa disediakan ampunan oleh Tuhan.

“Sesungguhnya di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh (pahala) shalat, sedekah, atau pun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.” (H.R. Tabrani)
“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah.” (H.R. Ahmad)
Kerja melemahkan ego. Setiap pelemahan ego merupakan jalan melembutkan hati, setiap kelembutan hati itulah akhlaqul karīmah. Jadi tidak ada hati yang lebih kasar selain hati para pemalas.

Andai Anda mati dalam kerja, niscaya Anda syahid, karena saat kerja Anda sedang melepas ego, sedang berjalan menggapai akhlaqul karīmah.[Gus Banan]

 

Oleh : Muhammad Nurul Banan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *