Mengembangkan Kesadaran : Cara Hidup dalam Kekinian

Motivasiana.com –  Hidup dalam kekinian atau hidup dengan sepenuhnya menyadari apa yang sedang terjadi saat ini bukanlah hal yang mudah. Adakalanya, pikiran kita terlalu sibuk mengingat kekecewaan masa lalu atau penuh dengan kekhawatiran tentang masa depan sehingga kita sulit menikmati hidup apa adanya. Jika demikian, ada beberapa cara mudah yang bisa membantu, misalnya menggunakan pengingat, berlatih meditasi, dan berbuat kebaikan tanpa terencana. Bacalah artikel ini agar Anda bisa menikmati hidup dalam kekinian.

1. Mengembangkan Kesadaran

Mulailah dari hal-hal kecil. Walaupun pemikiran tentang berubah total terasa cukup menarik, Anda tidak perlu melakukan perubahan besar agar bisa menjalani hidup dalam kekinian, tetapi Anda bisa memulainya dengan melakukan kebiasaan baru satu per satu. Setelah Anda berhasil melakukan satu kebiasaan baru dengan baik, lanjutkan dengan kebiasaan yang kedua, dst. Contoh:

  • Alih-alih langsung berlatih meditasi 20 menit per hari, mulailah berlatih tiga menit dahulu. Setelah Anda merasa nyaman dengan latihan ini, tambahkan lagi durasinya secara bertahap.
  • Simpanlah ponsel Anda selama berjalan kaki ke kantor. Jangan mengetik SMS atau menelepon, kecuali dalam kondisi darurat.

2. Kenali sensasi indrawi secara mendetail saat melakukan kegiatan rutin.

Belajar menjalani hidup dalam kekinian bisa Anda lakukan sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Berusahalah menenangkan pikiran saat melakukan kegiatan rutin dengan mengamati sensasi indrawi yang sedang Anda alami. Berfokuslah pada apa yang Anda lihat, dengar, cium, dan rasakan sehari-hari. Contoh:

  • Saat menggosok gigi, coba kenali bau pasta gigi, bunyi sikat yang sedang digosokkan pada gigi, dan seperti apa rasanya.

3. Arahkan pikiran jika mulai mengembara.

Pikiran yang mengembara adalah hal biasa, tetapi Anda harus mampu memfokuskan pikiran agar bisa hidup dalam kekinian. Saat pikiran mulai mengembara, coba arahkan lagi agar kembali berfokus pada saat ini. Akuilah bahwa pikiran Anda memang suka mengembara tanpa menilai diri sendiri.
Jangan menyalahkan diri sendiri karena pikiran yang mengembara sebab hal ini wajar-wajar saja. Anggaplah kondisi ini sebagai kesempatan untuk beristirahat secara mental dan kembalilah berfokus pada kekinian.

4. Pilihlah tanda tertentu yang bisa mengingatkan Anda agar berusaha menenangkan pikiran.

Saat sedang sibuk, mengingatkan diri sendiri agar selalu tenang bukanlah hal yang mudah. Cobalah mengikat pergelangan tangan Anda dengan tali atau benang, menulis dengan bolpoin di telapak tangan, atau memasukkan uang logam ke dalam sepatu. Begitu Anda melihat tanda ini, berhentilah sejenak dan amati keadaan sekitar.

  • Gunakan tanda lain melalui kegiatan tertentu, misalnya membuat secangkir teh, bercermin, atau membuka sepatu.
  • Setelah beberapa waktu, Anda akan mengabaikan tanda ini karena sudah sangat terbiasa. Jika demikian, gantilah dengan tanda yang lain.

5. Ubahlah rutinitas.

Mungkin Anda tidak bisa menjalani hidup dalam kekinian karena kegiatan tertentu sudah terlalu rutin. Salah satu cara agar Anda lebih menyadari apa yang terjadi saat ini adalah dengan mengubah rutinitas, misalnya dengan mengubah beberapa hal mudah seperti cara mengemudikan kendaraan menuju tempat kerja, sikap saat memperkenalkan diri, atau gaya menceritakan kisah favorit. Anda akan lebih mampu menyadari keadaan sekitar dengan mengubah hal-hal kecil dalam rutinitas sehari-hari.

  • Pilihlah rute yang berbeda saat berjalan kaki pulang kerja atau lakukan kebiasaan baru sebelum tidur.

6. Pelajari cara bermeditasi.

Meditasi adalah cara tepat melatih pikiran agar Anda bisa lebih menyadari kehidupan yang sedang Anda jalani saat ini. Saat bermeditasi, Anda hanya perlu mengenali setiap pikiran yang datang dan membiarkannya pergi lagi. Belajar bermeditasi membutuhkan waktu, latihan, dan bimbingan. Oleh karena itu, cobalah mencari kursus meditasi di kota Anda atau membeli CD untuk belajar bermeditasi.
Carilah tempat yang tenang dan nyaman untuk bermeditasi. Anda juga bisa duduk di kursi atau duduk bersila di lantai menggunakan bantal kecil. Pejamkan mata sambil memusatkan perhatian pada napas. Saat berfokus pada napas, berusahalah memfokuskan pikiran agar tidak teralihkan. Biarkan saja pikiran bermunculan satu per satu dan berlalu begitu saja.
Tanpa membuka mata, coba amati kehidupan di sekitar Anda. Perhatikan juga apa yang sedang

Anda rasakan. Apa yang Anda dengar? Apa yang Anda cium? Apa yang Anda rasakan secara fisik? Secara emosional?

Pasanglah pengatur waktu di ponsel dengan nada alarm yang lembut agar Anda tahu kapan harus berhenti. Mulailah bermeditasi selama 5 menit, lalu tambahkan lagi waktunya sedikit demi sedikit.
Beri tahukan orang-orang di rumah bahwa Anda ingin bermeditasi agar mereka tidak mengganggu.

 

sumber : wikihow.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *